Halaman


Rabu, 07 November 2012

Warga Khawatir Bencana Susulan


BAYAH – Korban banjir dan longsor di De­sa Pamubulan, Kecamatan Bayah kha­watir akan bencana susulan. Potensi longsor dan banjir dinilai masih besar karena be­lum ada tindakan dari pemerintah untuk mem­bangun tembok penahan tanah (TPT) dan beronjong.
Demikian disampaikan Sekertaris Desa Pa­mubulan Sudaryat kepada Radar Banten, Jumat 24 Februari 2012. “Saat ini, warga memasang ka­rung batu dan bambu untuk menahan ban­jir. Sementara untuk menahan longsor, hanya dengan beronjong darurat dari kawat,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan sembako dari Pem­kab Lebak belum diterima, tetapi su­dah mendapat informasi dari Badan Pe­nanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak akan datang ke tempat bencana. “Informasi dari BPBD Lebak, masih dalam perjalanan,” ucapnya.


Kata Sudaryat, panjang tanggul yang di­butuhkan untuk menahan banjir sekira 700 meter dengan ketinggian 2,5 meter hi­ngga 3 meter. Sementara untuk tembok pe­nahan longsor sepanjang 300 meter de­ngan ketinggian 15 sampai 20 meter. “Namun sejauh ini belum ada upaya dari Pem­kab Lebak untuk mengantisipasi ben­cana susulan,” terangnya.

Kasi Trantib Kecamatan Bayah Usep Sae­pudin mengungkapkan, sekira pukul 13.00 WIB, bantuan sembako dari BPBD Lebak sudah diterima korban banjir dan longsor. “Bantuan sudah diterima dari BPBD Lebak,” terangnya melalui pesan singkat. 

Sekadar diketahui, hujan yang mengguyur Kecamatan Bayah, Rabu (22/2) malam, mengakibatkan tebing setinggi 15 meter di Kampung Cipetir, Desa Pamubulan longsor dan menimpa permukiman warga. Material lumpur dan batu dari bukit me­ner­jang lima rumah. Akibatnya, dua rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Kemudian akibat tanggul penahan banjir Sungai Cipamubulan sepanjang 350 meter jebol, mengkibatkan 38 rumah terendam banjir dengan ketinggian hingga 50 sen­timeter.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Muklis membenarkan, jika anggota BPBD Lebak sudah menyalurkan bantuan sembako. “Staf saya sudah meluncur ke lokasi bencana pagi hari,” ujarnya singkat melalui sam­bungan telepon. (mg-11/run/ags).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar